5 Alasan ‘Malas’ Jalan Kaki di Jakarta CARA SEHAT

Posted on

5 Alasan ‘Malas’ Jalan Kaki di Jakarta

Jakarta, Dalam sebuah penelitian, Indonesia disebut sebagai negara paling ‘malas’ jalan kaki karena rerata jumlah langkah tiap harinya paling rendah. Apa yang membuat orang ‘malas’ berjalan kaki, terutama di kota metropolitan seperti Jakarta?

DetikHealth telah merangkum 5 alasan orang untuk ‘malas’ jalan kaki di Jakarta, yaitu:

1. Trotoar jelek

Banyak sekali yang masyarakat Jakarta yang mengeluhkan ketidaknyamanan berjalan di trotoar ibu kota. Mulai dari seringnya ada penggalian di pinggir trotoar, hingga kondisi trotoar itu sendiri yang kurang layak. Seperti yang dikatakan wanita pemilik akun twitter @ariana24mp bahwa trotoar yang ada di Jakarta kurang layak. “Ga ada trotoar, gara gara selokan dibongkar udahnya ga dirapihin lagi tuh trotoar,” ujarnya.

2. Transportasi umum yang kurang mendukung

Menurut dokter spesialis kedokteran olahraga, dr Michael Triangto, SpKO, kendaraan umum memegang peranan penting dalam membuat orang ‘malas’ jalan kaki. Orang yang menggunakan kendaraan umum diharuskan berjalan kaki menuju tempat pemberhentian, seperti halte atau stasiun. Namun karena fasilitasnya yang kurang layak membuat masyarakat beralih menggunakan kendaraan pribadi.

“Harus ada peremajaan armada secara berskala,” harapan dr Michael untuk pemerintah Indonesia.

Baca juga: Biar Tak Dicap Negara Paling ‘Malas’ Jalan Kaki, Ini Harapan Pakar Kesehatan

3. Tidak Aman

Jakarta yang dikenal dengan tingkat kriminalitas yang tinggi, membuat orang enggan untuk berjalan kaki dan menggunakan kendaraan umum. “Dulu saya juga pakai kendaraan umum, naik bus, metromini, kopaja. Tapi beberapa kali juga saya kecopetan. Apakah saya akan nyuruh anak saya naik kendaraan umum? Tentu tidak. Akhirnya beralih ke kendaraan pribadi,” ujar dr Michael.

Jalanan yang tidak aman bikin orang malas jalan kakiJalanan yang tidak aman bikin orang malas jalan kaki Foto: Rengga Sancaya

Selain itu keamanan untuk wanita dan anak-anak juga masih perlu dipertanyakan, terlebih lagi jika berjalan sendiri. Contohnya banyak kasus pelecehan seksual yang terjadi pada wanita kala berjalan sendirian maupun saat menggunakan transportasi umum.

Keamanan berlalu lintas juga kerap dijadikan alasan orang ‘malas’ jalan kaki. Seperti yang dituturkan oleh pemilik akun twitter @tatisrih bahwa banyak pengendara bermotor yang mengambil hak pejalan kaki dengan melewati trotoar. “Klo jalan di trotoar sering diseruduk pengendara motor, klo ga mau minggir dikatain bego ato budek,” twitannya.

4. Polusi udara

Sebagian orang mengaku ‘malas’ keluar rumah karena mempertimbangkan kesehatan mereka. Tingginya tingkat polusi udara di Jakarta membuat orang enggan untuk jalan kaki di kota ini. Mereka lebih memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi yang tertutup, mobil misalnya atau memilih tetap berada di rumah.

5. Cuaca panas

Nah, biasanya alasan ini lebih dominan berasal dari wanita. Indonesia yang beriklim tropis pasti memiliki suhu yang cukup tinggi saat cuaca panas. Ketika berjalan di bawah teriknya matahari, bisa-bisa kulit terbakar (sunburn) dan alami dehidrasi.

Baca juga: Yuk Ubah Mindset Biar Nggak Dicap Negara Paling ‘Malas’ Jalan Kaki

Jalan kaki di JakartaJalan kaki di Jakarta Foto: Agung Pambudhy

Boleh-boleh saja merasa ‘malas’ untuk jalan kaki karena 5 alasan di atas. Namun, di sisi lain juga tetap ada alasan untuk tidak ‘mager’ jalan kaki demi menjaga kesehatan tubuh. 5 alasan yang dirangkum detikHelath, yaitu:

1. Gym menjamur di pusat-pusat perbelanjaan

Hampir di semua pusat perbelanjaan pasti ada pusat kebugaran (gym) di dalamnya. Dengan harganya yang semakin hari semakin terjangkau, bisa membuat orang tidak punya alasan untuk ‘mager’ olahraga. Dengan berjalan menuju temoat gym, itu pun sudah olahraga kok.

2. Banyaknya komunitas olahraga

Di Jakarta, banyak sekali komunitas-komunitas olahraga yang hampir setiap minggu berkumpul untuk menyalurkan hobi mereka, seperti futsal, macam-macam beladiri, skateboard, parkour, atau yang lainnya. Selain untuk olahraga, komunitas ini juga bertujuan untuk bersosialisasi. Dapat tubuh sehat juga dapat menambah teman dan saudara.

3. Adanya car free day

Car free day yang biasanya diselenggarakan setiap hari Minggu hampir tidak pernah sepi pengunjung. Ada yang memang bertujuan olahraga, ada yang ingin jalan santai bersama keluarga, dan ada pula yang bertujuan untuk mengajak jalan hewan peliharaannya.

Baca juga: Jujur-jujuran Yuk, Jalan 10 Ribu Langkah Sehari Susah Apa Gampang?

4. Banyak taman di Jakarta

Dulu mungkin sulit untuk menemukan taman hijau di tengah perkotaan, khususnya di Jakarta. Namun, sekarang pemerintah sangat gencar untuk membuat taman-taman dengan berbagai fasilitas olahraga di dalamnya. Hampir di setiap wilayah Jakarta pasti terdapat taman atau RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak).

RPTRA Kalijodo ramai dikunjungi warga untuk refreshing dan jalan kakiRPTRA Kalijodo ramai dikunjungi warga untuk refreshing dan jalan kaki Foto: (Bona/detikTravel)

5. Adanya spot foto ‘instagram able’

Ini biasanya menjadi alasan para remaja yang aktif di media sosial, Instagram. Mereka rela mengunjungi suatu tempat hanya untuk memamerkannya di Instagram. Hal itu berarti menjadikannya tidak ‘malas’ untuk jalan kaki walau jaraknya cukup jauh.

Baca juga: Sandiaga Uno: 10 Ribu Langkah per Hari? Nggak Ngitung, Tapi Pasti Lebih

Bagaimana dengan kamu, apa yang membuatmu merasa jalan kaki itu susah? Ceritakan pengalamanmu di kolom komentar ya, ada ‘bingkisan menarik’ buat yang terpilih.(wdw/up)

dikutip dari sumber informasi: Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *